Author :
Icha putri
Cast : -
Choi Minho
Park Hyu Rin
Kim kibum (key ‘SHINee’)
Lee Taemin
Lee JinKi (onew)
Kim Jonghyun
Genre : sad romance, tragedy, friendship
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
annenyeong sobat Girl... :D hehe Girl iseng-iseng nih bikin Fanfiction, Fanfitction 'SHINee' somoga sobat Girl suka ya. oh ya.. Girl harap Gak ada yang copas ya, mohon di hargain karya sobat kita. :) *siapa juga yang mau copas FF jelek gini ya haha. karya bangsa akan maju kalau di hargai mulai dari bangsa itu sendiri dan tidak ada PEMBAJAKAN atau PENIRUAN
i hope you enjoy to read, leave a comment if you finish read this FanFiction :)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
annenyeong sobat Girl... :D hehe Girl iseng-iseng nih bikin Fanfiction, Fanfitction 'SHINee' somoga sobat Girl suka ya. oh ya.. Girl harap Gak ada yang copas ya, mohon di hargain karya sobat kita. :) *siapa juga yang mau copas FF jelek gini ya haha. karya bangsa akan maju kalau di hargai mulai dari bangsa itu sendiri dan tidak ada PEMBAJAKAN atau PENIRUAN
i hope you enjoy to read, leave a comment if you finish read this FanFiction :)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam ini hujan turun deras sekali, hujan
turun untuk menyejukan bumi dan juga menyejukan hatiku. Menyejukan hati yang
sedang gelisah, gelisah karena menunggu hadirnya kembali. Entah apa yang
membuatku mengkhawatirkannya, merindunya dan terus menunggunya, walaupun aku
tak tahu kapan ia kembali. Jika ia kembali pun aku tak tahu ia akan kembali
menemuiku atau tidak. Terkadang aku merasa seperti orang bodoh, bahkan orang
yang sangat bodoh, karena aku tak mampu melawan apa yang aku rasakan saat ini. Entah apa yang ku pikirkan?
Entah apa yang telah membuatku seperti ini? Hingga aku menjadi egois seperti
ini. Hingga aku selalu menginginkannya, menginginkannya ia kembali kedalam pelukanku lagi.
“tok.. tok.. tok” suara ketukan pintu itu pun membuyarkan
lamunanku seketika
“Hyu rin.. apa kau sudah tidur? Ada key yang ingin bertemu
denganmu” suara yang tak asing ditelingaku ini membuat aku sadar dari lamunanku
tadi
“tidak eomma.. key apakah ia sudah pulang? Oh ya eomma aku
akan segera menemuinya” ucap ku sambil beranjak dari tempat tidur dan pergi
memberesi rambutku, apakah benar Key yang datang? Key yang ingin bertemu
denganku? Aku senang mendengar Key datang untuk menemuiku, ternyata Key masih
ingat denganku.
“baiklah Hyu rin” suara langkah kaki itu pun menuruni tangga
dan menjauh
Sedangkan aku
masih sibuk memberesi rambutku yang berantakan setelah aku menariki rambutku
saat melamun tadi. Aku pun langsung menemui key setelah memberisi rambutku yang
cukup lama. Tampaknya namja itu sudah bosan menunggu ku untuk memberesi
rambutku dan sedikit berdandan selama 5 menit. Tiba-tiba rasa khawatirku
kembali lagi saat melihat key yang duduk dengan tidak tenang itu.
“Key? kau sudah pulang?” Tanya ku dengan senyuman kecil
“Ne, Hyu rin.. baru saja aku sampai ke soul dan langsung
menemuimu” jawabnya dengan balasan senyuman juga
Sempat aku
tak mengerti apa yang key maksud dengan saja ‘baru saja’, tapi setelah kucerna
kembali ucapan key akhirnya aku memahaminya.
“Ternyata kau masih ingat denganku, setelah dua tahun kau
tinggal di London. Bagaimana dengan kuliah mu?”
“Bagaimana aku bisa tidak ingat denganmu Hyu rin? Aku selalu
mengingat Korea Selatan dan Seoul. Dan setiap aku mengingatnya aku pun teringat
denganmu” ucapnya sambil melihat ke arah ku dan tersenyum manis, “Semester satu
telah ku selesaikan sekarang, tapi aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah ku
di Seoul saja” lanjutnya
Aku hanya
mengangguk mendengar penjelasan dari Key
“ Ommo! Key bajumu basah sekali, kamu pasti kehujanan setelah
turun dari mobil. Aku akan mengambil handuk untukmu”
“Anio Hyu rin.. tak apa, baju ku akan segera kering, ada
angin disini.” Jawab key dengan senyumanya yang menyatakan dirinya baik-baik saja.
Kenapa dia
jawab seperti itu? padahal bujanya basah sekali. Sepertinya Key tak ingin
merepotiku. Dan sekarang Key yang berbalik menanyai tentang keadaan ku,
sepertinya Key benar-benar merindukanku, hingga ia menanyakan semua yang
kulakukan saat ia tidak di Korea. Ditengah perbicangan Key pun menanyakan yang
aku tidak inginkan sejal awal, menanyakan keberadaan seseorang yang selalu ku khawatirkan.
“Hyu rin-ahh.. apakah kau mengetahuinya?”
“Mengetahui apa Key?”
“Minho.. apakah kau mengetahui keberadaanya sekarang?”
Saat
mendengar pertanyaan Key itu, jantungku berhenti sejenak, nafasku sesak, dan
mataku mulai memanas. Tapi aku tak mau Key melihatku menangis karena
pertanyaanya itu. Aku tahu Key bertanya seperti itu berniat baik, bukan intuk
mengingatkanku pada orang yang memberikan luka mendalam untukku. Aku pun tak
langsung menjawab pertanyaan yang key berikan untukku, karena aku tak tahu
dimana keberadaan Minho sekarang.
“Tidak tahu Key. Sejak setahun terakhir Minho tak pernah
menghubungiku lagi Key, aku pun tidak tahu apa yang membuatnya seperti ini..”
air mataku berusaha untuk membasahi pipiku, tapi aku menahannya “Entah
kesalahan apa yang ku perbuat, sehingga Minho marah padaku” lanjutku sambil
berusaha menahan air mata ini.
“Menangislah Hyu rin.. jika itu membuatmu merasa lega. Jangan
seperti itu, jangan menyiksa dirimu sendiri Hyu rin” ucap key. Sepertinya Key
mengetahuinya, mengetahui aku berusaha untuk menahan air mataku untuk tidak
jatuh.
Tangan
hangat yang kurasakan di pipiku, berusaha untuk mendangakan wajahku yang
menunduk terlalu dalam. Key pun menarik tubuhku kedalam pelukannya, Key
memelukku sangat erat berusaha membuatku merasa nyaman.
“Menangislah Hyu rin..” ucap Key lirih
Air mataku pun tak dapat dibendung lagi, aku pun menangis,
menangis di dalam pelukan Key yang begitu hangat. Hujan pun semakin deras,
seakan hujan itu mengiringi tanginsanku. Angin pun bertiup kencang hingga
percikan hujan masuk melewati ventilasi udara dan terasa begitu jelas. Tubuhku yang terkena percikan hujan, terasa
sangat dingin. Jemari-jemari ku pun mengenggam erat baju hangat yang key
gunakan, sentak palukan Key semakin erat.
***
Sinar mentari itu semakin tinggi dan
semakin menyilaukan matakku yang masih terpejam. Aku pun mengerjap ngerjapkan
matakku dan berusaha untuk menyadarkan
diri dari tidurku semalam. Terdengar samar suara deringan handphoneku, yang
menandakan ada telepon masuk ‘…. Replay, replay, replay’ deringan lagu
SHINee-replay itu semakin keras, aku pun meraba raba meja yang ada disamping
tempat tidurku dengan mata masih terpejam.
“Yeobosseo..” sapa ku di telpon
“Hyu rin-ahh.. apa kau sudah bangun?”
Tanya seorang namja yang menelponku
“Ne key.. waee?” ucapku sambil
berusaha untuk beranjak dari tempat tidurku.
“apakah kau bisa menemuiku di taman
sekarang?” namja itu pun berbalik nanya padaku
“sekarang?” aku pun terkejut dengan
perkataan Key, bagaimana tidak aku belum membersihkan badanku, bahkan baru
ingin beranjak dari tempat tidur.
“iya sekarang. Apakah kau bisa Hyu
rin?”
“o.. oh.. Ne key, aku akan datang
menemuimu di taman” jawabku ragu, karena takut membuat Key menunggu terlalu
lama.
“okey. Aku akan menunggumu Hyu rin,
Anneyong” Key pun mengakhiri teleponnya.
Apa yang ingin sekarang namja itu
lakukan? Apakah dia ingin memberikan surprise untukku? Atau yang lainnya?. Key
sering sekali memberikan surprise untuk teman-teman yang ia sayang, termasuk
aku. Dulu sewaktu kecil, Key sering sekali memberikan hadiah untukku, hadiah yang
ia buat sendiri.Menurutku Key adalah sosok namja yang penyanyang, lebih senang
melihat orang lain lebih bahagia disbanding dirinya, sosok namja yang lucu,
sedikit menyebalkan dan romantis, Berbeda sekali dengan namja yang satu itu.
------ To Be Continue ------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar