Sabtu, 07 Juli 2012

SHINee Fanfiction :Your Happiness Is My Happiness As Well (part 2)


Title       : Your Happiness Is My Happiness As Well (part 2)
Author : Icha putri
Cast       :
·         Park Hyu Rin
·         Choi Minho
·         Kim kibum (key ‘SHINee’)
·         Lee Taemin
·         Lee JinKi (onew)
·         Kim Jonghyun
Genre   : sad romance,  tragedy, friendship
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sobat girl ini lanjutan Fanfictionnya, maaf ya kalau gak nyambung dengan FanFiction sebelumnya *maklum baru pertama bikin. semoga kalian suka ya! :) dan jangan lupa leave a comment, supaya girl bisa mengetahui kesalahan-kesalahannya, mudah-mudahan bisa girl perbaiki! okey :) selamat membaca
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“…. ½ kilogram gula pasir, 3 telur, dan 2 butter yang dicairkan” ucap Key menjelaskan resep rahasia yang ia gunakan saat membuat cupcake, sambil menunjukan bahan-bahan yang ia sebutkan
Kali ini Key mau mengajariku cara membuat cupcake yang lezat padaku, setelah ia kekeh untuk tidak mengajariku. Aku tertarik akan cita rasa masakan yang Key buat, sampai-sampai masakan eomma ku saja terkalahkan. Namja yang satu ini jago sekali memasak dan membuat kue. Beruntung sekali aku mempunyai sahabat seperti Key, selain lucu dia adalah sosok seorang namja yang penuh dengan kejutan. Key pun sibuk mengaduk bahan-bahan untuk membuat cupcake, sedangkan aku sesekali masih memandangi celemek dan topi koki yang di berikan Key untukku, aku sangat suka dengan celemek dan topi yang ia berikan di taman tadi, mempunyai motif yang lucu, bentuk yang unik dan warna yang cerah, yang bisa menyemangatiku untuk lebih giat lagi belajar memasak.
“YA! Hyu rin-ahh..”
“ahh.. ahh Key kau mengaggetiku tahu?!”
“Bagaimana bisa kau tidak memperhatikan ku? Aku sedang menjelaskan cara membuat  cupcake ini! Kau sendiri yang meminta untuk diajari oleh ku” Tanya Key dengan nada yang sedikit teriak
Aku hanya terdiam mendengar ucapan Key, karena aku lah yang membuat Key marah seperti ini. Key tidak pernah sama sekali marah pada teman-temannya, meskipun Key sedang diejek oleh Onew. Sepertinya Key melanjutkan untuk membuat cupcake itu tanpa menghiraukanku.
“Mianhe Key… “
Tak ada jawaban dari namja itu, mungkin saat ini Key benar-benar marah padaku. Ternyata permintaan maafku itu pun tak mampu membuat Key mau mengajariku lagi, Key masih tak menghiraukanku. Aku pun merasa bersalah pada Key, aku tak mau membuat Key tambah kesal dengan ku. Aku pun melepas celemek dan topi yang diberikan key tadi, dan berniat untuk meninggalkanya.
“Jika kau bersungguh-sungguh untuk mempelajarinya, belajar lah dengan benar dan jangan sampai kesungguhanmu itu terabaikan karena sesuatu hal yang tak berguna, dan jika kau sudah memulainya, jangan sesekali kau berniat untuk mundur”
Langkahku pun terhenti mendengar semua yang diucapkan Key, ucapan itu membuatku merasa benar-benar bersalah padanya. Aku pun masih terdiam tak mengatakan apapun padanya. Langkah sepatu pun terdengar mendekatiku.
“Hyu rin-ahh.. pakailah ini, jangan kau melepas ini sebelum kau menyelesaikan masakan yang kau buat” ucap key sambil memberikan celemek dan  topi itu
“Mianhe.. jeongmal mianhe key” ucapku dengan kepala yang masih tertunduk
“Sudahlah tak apa” ucap key Key pun memakaikan topi koki itu ke kepalaku
Aku pun menaikkan wajahku untuk memberanikan diri menatap Key, Key pun tersenyum padaku dan memberikan celemek yang dia pegang sejak tadi. Tak mau membuat Key kesal, aku pun langsung memakai celemek itu. Key pun langsung mengajariku lagi. Aku pun belajar dengan bersungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Selama 10 menit aku mempelajari resep cupcake itu dan sekarang adalah hasil yang telah ku pelajari. Cupcake yang  berada di dalam oven selama 50 menit itu mengembang dan… ‘Ting..’ bunyi oven yang menandai bahwa cupcake sudah matang. Key pun menangkat cupcake itu dari oven dan mencicipi cupcake yang baru saja di keluarkan dari oven, mungkin Key sudah terbiasa dengan semua ini.
“Bagaimana rasanya?” tanyaku heran, Key pun terdiam..
“Bagus untuk pemula.. hanya beberapa bahan saja yang kurang sehingga rasanya tidak begitu enak” ucap Key sambil tersenyum kepadaku
“Aku akan terus berusaha, agar rasa cupcake buatanku sendiri menjadi enak, dan mengalahkan cupcake buatanmu Key” ucapku sambil tersenyum sinis.
Tapi Key hanya tertawa mendengar ucapanku itu, seakan meremehkan kemampuanku. “Apa kau ingin mempelajari resep yang lain?” tawar Key
“Ne, okey!” jawabku penuh semangat
***
                “Annyeong hasseo…”
                “ah.. Hyu rin-ssi. Ada apa kau datang kemari? Apakah untuk menemui Key?” Tanya Onew oppa, kakak tertua diantara anak ‘SHINee’ lainnya.
                “Anio Oppa.. aku datang kemari bukan untuk menemui Key, aku hanya rindu dengan kalian. Sudah lama kita tidak bermain bersama, karena kalian sibuk dengan jadwal kalian masing-masing.” Ucapku dengan nada sedikit manja “oh.. oppa apa Key juga datang kesini?” tanyaku
                “Key bilang dia akan kemari tapi dia belum datang sampai sekarang, selalu saja terlambat” gerutu Jonghyun oppa. Aku pun hanya membalasnya dengan tawaan kecil.
                “oh ya Oppa aku hampir lupa..” aku pun mengambil box kue dari tasku “taraaaa…. Aku membawakan ini untuk Oppa semua”
                “Apa itu Noona?” Tanya Taemin dongsaeng
                “ahh.. Ini adalah Cupcake buatanku sendiri loh dongsaeng.”
Merekapun tertawa tiba-tiba, padahal menurutku tidak ada hal yang perlu ditertawakan.
                “Buatanmu sendiri Hyu rin? Bagaimana rasanya?” ejek Onew Oppa sambil tertawa kecil
                “ Rasanya pasti enak, dan mengalahkan cupcake buatanku”
Aku terkejut dengan perkataan tadi, sepertinya itu suara Key? Aku langsung berbalik badan kebelakang untuk memastikan kalau itu Key yang mengatakannya. Ternyata benar itu adalah Key, Key pun tersenyum melihatku, tapi aku membalasnya dengan senyuman sinis mematikan yang ku punya, lagi-lagi Key tertawa kecil melihat senyumanku itu, entah apa yang membuatnya tertawa. Apakah senyumku itu tidak mematikan?. Key langsung masuk dan duduk dekat denganku, dan mengambil box yang ada didepannya.
“apakah ada yang ingin coba cupcake buatan Hyu rin sendiri?” Tanya Key sambil menawarkan ke Oppa yang lain, alhasil merekapun tertawa bersama. Aku pun terdiam dengan wajah cemberut
“Hyung..! apakah seperti ini kelakuanmu ke yeoja yang kau suka?” Tanya Taemin deongsaeng sambil memukul pundak Key.
Apa?  Yeoja yang dia suka? Apakah itu aku? Apa yang sebenarnya dikatan deongsaeng? Apakah dia bercanda atau itu benar?, wajah cemberutku berubah seketika menjadi wajah yang penuh tanda Tanya. Key pun menghentikan tawanya karena  mendengar ucapan taemin tadi.
“YA..!  Taemin-ahh, apa yang kau katakan? Siapa yang kau maksud wanita yang ku suka?” Tanya Key dengan nada sedikit kencang.
“Apa kalian tidak bosan? Berdiam diri disebuah apartemen kecil ini?” tiba-tiba Onew oppa menanyakan sesuatu yang membuatku tak mendapat jawaban yang ada di fikiranku sekarang.
“Ahh benar sekali, bagaimana kita makan siang diluar” usul Jonghyun Oppa
Sentak kami semua langsung pergi makan siang di J&J Restaurant yang kebetulan tak jauh jaraknya dari apartemen dimana kami berada. Di sepanjang perjalanan kami berbincang tentang kebiasaan masing-masing dan itu membuat semua isi perutku bergoyang, terkecuali Key. Biasanya dalam hal seperti ini Key selalu menempatkan dirinya paling pertama, tapi tidak untuk sekarang. Entah apa yang membuat Key menjadi seperti ini? Tak biasanya ia seperti ini?.
***
                “…. Replay, replay, replay” handphoneku berdering begitu keras, siapa yang menelponku malam-malam seperti ini?, tak mau dering handphoneku mati, aku langsung cepat-cepat keluar dari kamar mandi dan mengangkat telepon itu.
“Yeoboseo…”
“Hyu rin-ahh? Apa kau sudah tidur?” Tanya seorang namja yang suaranya taka sing bagiku
“Belum Key, memang ada apa malam-malam seperti ini kau menelponku?” tanyaku heran, tak biasanya Key menelponku malam-malam.
“ Apa kau bisa datang ke taman sekarang?”
“Taman? Untuk apa? Malam-malam seperti ini?”
“ Iya. Apa kau tidak bisa? Benar-benar tidak bisa?” Tanya Key meyakinkanku “ahh, yasudah sayang sekali kalau kau memang tak bisa, kalau kau bisa datang ke taman, seharusnya kau bertemu dengan Minho sekarang” lanjut Key
Omoo! Apa yang dia bicarakan itu benar?  Bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan untuk bertemu dengannya? Terlalu  banyak hal yang ingin ku bicarakan dan pertanyaan untuknya.
“Mwoo? Minho?” tanyaku terkejut
“Ne, hari ini Minho pulang ke Seoul bersama keluarganya dari London, jadwal pesawat yang dia tumpangi mendarat sekitar jam 08.30 PM” jawabnya
“ Apa kau serius? Aku tak percaya dengan orang sepertimu” ejekku sambil tertawa kecil
“Yasudah kalau kau tidak percaya denganku, aku akan..”
“YA! bagaimana kau bisa seperti ini? Aku hanya bercanda, sekarang kau begitu sensitive” ucapku dengan nada datar “ Baiklah-baiklah aku akan datang ke Taman sekarang, itu pun hanya karena Minho, tapi bolehkah aku meminta waktu 30 menit untuk mempersiapkan sesuatu?”
“yasudah, datanglah sebelum jam 09.00 PM ke taman.. anneyeong”
‘klik’ bertanda telepon sudah diakhiri olehnya. Aku menengok ke arah jam dinding yang ada di kamarku, jam 08.00 PM, masih ada waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan semuanya.  Aku pun berfikir apa yang akan aku berikan untuknya? Mungkin toko-toko diluar sana juga sudah tutup karena sedang turun salju. ‘Cupcake’…. Ya.. Cupcake, minho sangat suka dengan kue yang berpenampilan menarik itu.  Aku akan membuatkan untuknya, ‘Sweet Cupcake Special To Minho’ ucapku dalam hati. Tak ingin membuang waktu aku pun langsung menuju dapur dan menyiapkan bahan-bahannya.
***
Sepertinya salju turun semakin lebat, aku pun menggunakan baju hangat yang sangat tebal, dan juga topi hangat pemberian Minho sewaktu 1st Anniversary ku dengannya, aku pun merapikan rambutku sejenak dan sepertinya aku siap untuk bertemu dengannya, dengan Namjacinghu kesayanganku. Aku pun berjalan diantara salju-salju yang turun, angin yang sedikit kencang membuat udaranya semakin dingin. Aku berjalan dengan santai mengingat jarak rumahku dengan taman tak begitu jauh, hanya membutuhkan waktu 5 menit. Aku pun melihat jam tangan yang ku kenakan, Ommo! 08.57 PM, apakah aku akan terlambat? Aku pun mempercepat langkah kakiku dan lebih cepat lagi, ‘Pabo… pabo ya!’ gerutuku dalam hati, ‘kau akan menyianyiakan kesempatan ini, dengan kesalahnmu sendiri Hyu rin-ahh…’ aku pun menyesali sikap lalaiku ini, aku tak akan memafkan diriku sendiri kalau aku tak dapat bertemu dengan Minho.
Apakah aku benar-benar menyianyiakan kesempatan ini? Tak ku lihat siapapun disini?. Aku pun terduduk lemas di bangku taman ini, tapi aku tak mau menyerah begitu saja. Ku lihat sekeliling taman itu, berharap ada seorang yang ku harapkan itu kembali. Tapi apa? Tak ada seorang yang datang, hanya ada pepohonan dan lampu yang berada disekelilingku. Lampu lampu ini terlihat begitu indah, apakah Minho yang persiapkan ini semua?. Entah berapa lama aku diam dibangku ini, berharap Minho kembali menemuiku. Aku pun jam tanganku 09.30 PM, mungkin benar aku telah menyinyiakan kesempatan ini. Aku pun beranjak dari bangku itu, berniat untuk meninggal taman ini.
“YA! Hyu rin-ahh, apakah kau tak mau bertemu denganku?” ucap seorang Namja
Ommo! Apakah itu Minho? Namjachingu kesayanganku? Aku pun langsung membalikan badanku “ahh.. Minho?...” aku pun terkejut melihat Minho yang sedang birdiri dibelakangku sekarang “Anio Minho… mana mungkin aku tak mau bertemu denganmu? Aku sudah menunggumu lama disini. Mianhe.. jeongmal mianhe, aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama, hingga kau pergi”
“Menunggu? Aku tidak menunggumu Hyu rin” ucapnya sambil mengerutkan dahinya
“Ne? jadi aku tak terlambat untuk menemuimu?” ucapku lega
“Ani..” jawab minho singkat
“ahh.. Minho aku  membuatkan ini untukmu” aku pun  mengeluarkan Box dari tas ku “aku buatkan kau Sweet Cupcake kesukaanmu” ucapku sambil tersenyum. Minho pun hanya diam tak menjawab apapun, ku rasa dia sedang memikirkan bagaimana rasa cupcake ini “ahh.. tenang saja, kali ini rasanya pasti enak, aku telah mempelajarinya dengan Key. Aku yakin kali ini rasanya berbeda dengan rasa yang pernah ku buat sebelumnya” ucapku menjelaskan, mengingat aku pernah membuatkan untuknya tapi.. rasanya tidak enak, hehe. Aku pun memberikan Box Cupcake itu pada Minho.
‘Brukk’ seketika Cupcake yang semula tertata rapih didalam Box berubah menjadi berantakan saat Minho menyapunya dari hadapannya “aku tidak suka lagi dengan Cupcake, aku lebih suka brownies” ucapnya setelah  terdiam lama, aku pun terkejut mendengar ucapan Minho dan kelakuannya itu, membuatku sedikit kesal melihatnya.
“Bagaimana bisa Minho? Kau selalu ingin dibuatkan Cupcake olehku, tapi aku selalu menolaknya, karena aku  tidak bisa. Dan sekarang ketika aku sudah bisa membuatnya kau malah seperti itu dank au bilang, kau lebih menyukai Brownies. Aku sudah belajar keras untuk membuat Cupcake ini untukmu” setelah mendengar ucapannya dada ini pun terasa sesak, dan mataku mulai memanas.
“Itu semua karena yeojachingu ku selalu membuatkanku Brownies..” ucapnya dengan nada datar “Hyu rin apa yang kau bicarakan? Apakah aku pernah memintamu untuk mempelajarinya?” tanyanya kali ini nada bicaranya sedikit tinggi.
Dada ini semakin sesak setelah mendengar apa yang dikatakan Minho, mata ini semakin memanas, aku pun berusaha untuk menahan tangis ini. Wajahku semakin kutundukan, karena aku tahu kalau aku melihatnya air mata ini pasti akan jatuh.
“Hyu rin-ahh… aku sudah bertunangan sekarang..”
Apa yang dia katakan? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku pun langsung melihat kearahnya “Mwoo?” sebenarnya ku tidak menginginkan air mata ini metes didepan Minho, tapi aku juga tak bisa menahannya. Keadaan pun menjadi hening seketika.
“Hyu rin-ahh.. bisa kah kembalilah ke awal? disaat kau belum mengenalku, dan juga disaat sebelum kita menjalin hubungan ini.. lupakanlah semua kenangan disaat kita bersama”
“Ani..,  mianhe Minho, aku tidak bisa melupakan semua kenangan yang kau berikan” ucapku lirih sambil meneteskan air mata
“Jebal Hyu rin… kau pasti bisa. Lakukanlah demi aku Hyu rin”

----- To Be Continue -----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar