Title : Your
Happiness Is My Happiness As Well (part 2)
Author : Icha putri
Cast :
·
Park Hyu Rin
·
Choi Minho
·
Kim kibum (key ‘SHINee’)
·
Lee Taemin
·
Lee JinKi (onew)
·
Kim Jonghyun
Genre : sad romance, tragedy,
friendship
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sobat girl ini lanjutan Fanfictionnya, maaf ya kalau gak nyambung dengan FanFiction sebelumnya *maklum baru pertama bikin. semoga kalian suka ya! :) dan jangan lupa leave a comment, supaya girl bisa mengetahui kesalahan-kesalahannya, mudah-mudahan bisa girl perbaiki! okey :) selamat membaca
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sobat girl ini lanjutan Fanfictionnya, maaf ya kalau gak nyambung dengan FanFiction sebelumnya *maklum baru pertama bikin. semoga kalian suka ya! :) dan jangan lupa leave a comment, supaya girl bisa mengetahui kesalahan-kesalahannya, mudah-mudahan bisa girl perbaiki! okey :) selamat membaca
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“…. ½ kilogram gula pasir, 3
telur, dan 2 butter yang dicairkan” ucap Key menjelaskan resep rahasia yang ia
gunakan saat membuat cupcake, sambil menunjukan bahan-bahan yang ia sebutkan
Kali ini Key mau mengajariku cara membuat cupcake yang lezat
padaku, setelah ia kekeh untuk tidak mengajariku. Aku tertarik akan cita rasa
masakan yang Key buat, sampai-sampai masakan eomma ku saja terkalahkan. Namja
yang satu ini jago sekali memasak dan membuat kue. Beruntung sekali aku
mempunyai sahabat seperti Key, selain lucu dia adalah sosok seorang namja yang
penuh dengan kejutan. Key pun sibuk mengaduk bahan-bahan untuk membuat cupcake,
sedangkan aku sesekali masih memandangi celemek dan topi koki yang di berikan
Key untukku, aku sangat suka dengan celemek dan topi yang ia berikan di taman
tadi, mempunyai motif yang lucu, bentuk yang unik dan warna yang cerah, yang
bisa menyemangatiku untuk lebih giat lagi belajar memasak.
“YA! Hyu rin-ahh..”
“ahh.. ahh Key kau mengaggetiku
tahu?!”
“Bagaimana bisa kau tidak
memperhatikan ku? Aku sedang menjelaskan cara membuat cupcake ini! Kau sendiri yang meminta untuk
diajari oleh ku” Tanya Key dengan nada yang sedikit teriak
Aku hanya terdiam mendengar ucapan Key, karena aku lah yang
membuat Key marah seperti ini. Key tidak pernah sama sekali marah pada
teman-temannya, meskipun Key sedang diejek oleh Onew. Sepertinya Key
melanjutkan untuk membuat cupcake itu tanpa menghiraukanku.
“Mianhe Key… “
Tak ada jawaban dari namja itu, mungkin saat ini Key
benar-benar marah padaku. Ternyata permintaan maafku itu pun tak mampu membuat
Key mau mengajariku lagi, Key masih tak menghiraukanku. Aku pun merasa bersalah
pada Key, aku tak mau membuat Key tambah kesal dengan ku. Aku pun melepas
celemek dan topi yang diberikan key tadi, dan berniat untuk meninggalkanya.
“Jika kau bersungguh-sungguh
untuk mempelajarinya, belajar lah dengan benar dan jangan sampai kesungguhanmu
itu terabaikan karena sesuatu hal yang tak berguna, dan jika kau sudah
memulainya, jangan sesekali kau berniat untuk mundur”
Langkahku pun terhenti mendengar semua yang diucapkan Key,
ucapan itu membuatku merasa benar-benar bersalah padanya. Aku pun masih terdiam
tak mengatakan apapun padanya. Langkah sepatu pun terdengar mendekatiku.
“Hyu rin-ahh.. pakailah ini,
jangan kau melepas ini sebelum kau menyelesaikan masakan yang kau buat” ucap
key sambil memberikan celemek dan topi
itu
“Mianhe.. jeongmal mianhe key”
ucapku dengan kepala yang masih tertunduk
“Sudahlah tak apa” ucap key Key
pun memakaikan topi koki itu ke kepalaku
Aku pun menaikkan wajahku untuk memberanikan diri menatap
Key, Key pun tersenyum padaku dan memberikan celemek yang dia pegang sejak
tadi. Tak mau membuat Key kesal, aku pun langsung memakai celemek itu. Key pun
langsung mengajariku lagi. Aku pun belajar dengan bersungguh-sungguh agar
mendapatkan hasil yang memuaskan. Selama 10 menit aku mempelajari resep cupcake
itu dan sekarang adalah hasil yang telah ku pelajari. Cupcake yang berada di dalam oven selama 50 menit itu
mengembang dan… ‘Ting..’ bunyi oven yang menandai bahwa cupcake sudah matang.
Key pun menangkat cupcake itu dari oven dan mencicipi cupcake yang baru saja di
keluarkan dari oven, mungkin Key sudah terbiasa dengan semua ini.
“Bagaimana rasanya?” tanyaku
heran, Key pun terdiam..
“Bagus untuk pemula.. hanya
beberapa bahan saja yang kurang sehingga rasanya tidak begitu enak” ucap Key
sambil tersenyum kepadaku
“Aku akan terus berusaha, agar
rasa cupcake buatanku sendiri menjadi enak, dan mengalahkan cupcake buatanmu
Key” ucapku sambil tersenyum sinis.
Tapi Key hanya tertawa mendengar ucapanku itu, seakan
meremehkan kemampuanku. “Apa kau ingin mempelajari resep yang lain?” tawar Key
“Ne, okey!” jawabku penuh
semangat
***
“Annyeong
hasseo…”
“ah..
Hyu rin-ssi. Ada apa kau datang kemari? Apakah untuk menemui Key?” Tanya Onew
oppa, kakak tertua diantara anak ‘SHINee’ lainnya.
“Anio
Oppa.. aku datang kemari bukan untuk menemui Key, aku hanya rindu dengan
kalian. Sudah lama kita tidak bermain bersama, karena kalian sibuk dengan
jadwal kalian masing-masing.” Ucapku dengan nada sedikit manja “oh.. oppa apa
Key juga datang kesini?” tanyaku
“Key
bilang dia akan kemari tapi dia belum datang sampai sekarang, selalu saja
terlambat” gerutu Jonghyun oppa. Aku pun hanya membalasnya dengan tawaan kecil.
“oh ya
Oppa aku hampir lupa..” aku pun mengambil box kue dari tasku “taraaaa…. Aku
membawakan ini untuk Oppa semua”
“Apa
itu Noona?” Tanya Taemin dongsaeng
“ahh..
Ini adalah Cupcake buatanku sendiri loh dongsaeng.”
Merekapun tertawa tiba-tiba, padahal menurutku tidak ada hal
yang perlu ditertawakan.
“Buatanmu
sendiri Hyu rin? Bagaimana rasanya?” ejek Onew Oppa sambil tertawa kecil
“
Rasanya pasti enak, dan mengalahkan cupcake buatanku”
Aku terkejut dengan perkataan tadi, sepertinya itu suara
Key? Aku langsung berbalik badan kebelakang untuk memastikan kalau itu Key yang
mengatakannya. Ternyata benar itu adalah Key, Key pun tersenyum melihatku, tapi
aku membalasnya dengan senyuman sinis mematikan yang ku punya, lagi-lagi Key
tertawa kecil melihat senyumanku itu, entah apa yang membuatnya tertawa. Apakah
senyumku itu tidak mematikan?. Key langsung masuk dan duduk dekat denganku, dan
mengambil box yang ada didepannya.
“apakah ada yang ingin coba
cupcake buatan Hyu rin sendiri?” Tanya Key sambil menawarkan ke Oppa yang lain,
alhasil merekapun tertawa bersama. Aku pun terdiam dengan wajah cemberut
“Hyung..! apakah seperti ini
kelakuanmu ke yeoja yang kau suka?” Tanya Taemin deongsaeng sambil memukul
pundak Key.
Apa? Yeoja yang dia
suka? Apakah itu aku? Apa yang sebenarnya dikatan deongsaeng? Apakah dia
bercanda atau itu benar?, wajah cemberutku berubah seketika menjadi wajah yang
penuh tanda Tanya. Key pun menghentikan tawanya karena mendengar ucapan taemin tadi.
“YA..! Taemin-ahh, apa yang kau katakan? Siapa yang
kau maksud wanita yang ku suka?” Tanya Key dengan nada sedikit kencang.
“Apa kalian tidak bosan? Berdiam
diri disebuah apartemen kecil ini?” tiba-tiba Onew oppa menanyakan sesuatu yang
membuatku tak mendapat jawaban yang ada di fikiranku sekarang.
“Ahh benar sekali, bagaimana kita
makan siang diluar” usul Jonghyun Oppa
Sentak kami semua langsung pergi makan siang di J&J
Restaurant yang kebetulan tak jauh jaraknya dari apartemen dimana kami berada.
Di sepanjang perjalanan kami berbincang tentang kebiasaan masing-masing dan itu
membuat semua isi perutku bergoyang, terkecuali Key. Biasanya dalam hal seperti
ini Key selalu menempatkan dirinya paling pertama, tapi tidak untuk sekarang.
Entah apa yang membuat Key menjadi seperti ini? Tak biasanya ia seperti ini?.
***
“…. Replay,
replay, replay” handphoneku berdering begitu keras, siapa yang menelponku
malam-malam seperti ini?, tak mau dering handphoneku mati, aku langsung
cepat-cepat keluar dari kamar mandi dan mengangkat telepon itu.
“Yeoboseo…”
“Hyu rin-ahh? Apa kau sudah tidur?”
Tanya seorang namja yang suaranya taka sing bagiku
“Belum Key, memang ada apa
malam-malam seperti ini kau menelponku?” tanyaku heran, tak biasanya Key
menelponku malam-malam.
“ Apa kau bisa datang ke taman
sekarang?”
“Taman? Untuk apa? Malam-malam seperti
ini?”
“ Iya. Apa kau tidak bisa?
Benar-benar tidak bisa?” Tanya Key meyakinkanku “ahh, yasudah sayang sekali
kalau kau memang tak bisa, kalau kau bisa datang ke taman, seharusnya kau
bertemu dengan Minho sekarang” lanjut Key
Omoo! Apa yang dia bicarakan itu benar? Bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan
untuk bertemu dengannya? Terlalu banyak
hal yang ingin ku bicarakan dan pertanyaan untuknya.
“Mwoo? Minho?” tanyaku terkejut
“Ne, hari ini Minho pulang ke
Seoul bersama keluarganya dari London, jadwal pesawat yang dia tumpangi
mendarat sekitar jam 08.30 PM” jawabnya
“ Apa kau serius? Aku tak percaya
dengan orang sepertimu” ejekku sambil tertawa kecil
“Yasudah kalau kau tidak percaya
denganku, aku akan..”
“YA! bagaimana kau bisa seperti
ini? Aku hanya bercanda, sekarang kau begitu sensitive” ucapku dengan nada
datar “ Baiklah-baiklah aku akan datang ke Taman sekarang, itu pun hanya karena
Minho, tapi bolehkah aku meminta waktu 30 menit untuk mempersiapkan sesuatu?”
“yasudah, datanglah sebelum jam
09.00 PM ke taman.. anneyeong”
‘klik’ bertanda telepon sudah diakhiri olehnya. Aku menengok
ke arah jam dinding yang ada di kamarku, jam 08.00 PM, masih ada waktu yang
cukup lama untuk mempersiapkan semuanya. Aku pun berfikir apa yang akan aku berikan untuknya?
Mungkin toko-toko diluar sana juga sudah tutup karena sedang turun salju.
‘Cupcake’…. Ya.. Cupcake, minho sangat suka dengan kue yang berpenampilan
menarik itu. Aku akan membuatkan
untuknya, ‘Sweet Cupcake Special To Minho’ ucapku dalam hati. Tak ingin
membuang waktu aku pun langsung menuju dapur dan menyiapkan bahan-bahannya.
***
Sepertinya salju turun semakin
lebat, aku pun menggunakan baju hangat yang sangat tebal, dan juga topi hangat
pemberian Minho sewaktu 1st Anniversary ku dengannya, aku pun
merapikan rambutku sejenak dan sepertinya aku siap untuk bertemu dengannya,
dengan Namjacinghu kesayanganku. Aku pun berjalan diantara salju-salju yang
turun, angin yang sedikit kencang membuat udaranya semakin dingin. Aku berjalan
dengan santai mengingat jarak rumahku dengan taman tak begitu jauh, hanya
membutuhkan waktu 5 menit. Aku pun melihat jam tangan yang ku kenakan, Ommo!
08.57 PM, apakah aku akan terlambat? Aku pun mempercepat langkah kakiku dan
lebih cepat lagi, ‘Pabo… pabo ya!’ gerutuku dalam hati, ‘kau akan menyianyiakan
kesempatan ini, dengan kesalahnmu sendiri Hyu rin-ahh…’ aku pun menyesali sikap
lalaiku ini, aku tak akan memafkan diriku sendiri kalau aku tak dapat bertemu
dengan Minho.
Apakah aku benar-benar
menyianyiakan kesempatan ini? Tak ku lihat siapapun disini?. Aku pun terduduk
lemas di bangku taman ini, tapi aku tak mau menyerah begitu saja. Ku lihat
sekeliling taman itu, berharap ada seorang yang ku harapkan itu kembali. Tapi
apa? Tak ada seorang yang datang, hanya ada pepohonan dan lampu yang berada
disekelilingku. Lampu lampu ini terlihat begitu indah, apakah Minho yang
persiapkan ini semua?. Entah berapa lama aku diam dibangku ini, berharap Minho
kembali menemuiku. Aku pun jam tanganku 09.30 PM, mungkin benar aku telah
menyinyiakan kesempatan ini. Aku pun beranjak dari bangku itu, berniat untuk
meninggal taman ini.
“YA! Hyu rin-ahh, apakah kau tak
mau bertemu denganku?” ucap seorang Namja
Ommo! Apakah itu Minho? Namjachingu kesayanganku? Aku pun
langsung membalikan badanku “ahh.. Minho?...” aku pun terkejut melihat Minho
yang sedang birdiri dibelakangku sekarang “Anio Minho… mana mungkin aku tak mau
bertemu denganmu? Aku sudah menunggumu lama disini. Mianhe.. jeongmal mianhe,
aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama, hingga kau pergi”
“Menunggu? Aku tidak menunggumu
Hyu rin” ucapnya sambil mengerutkan dahinya
“Ne? jadi aku tak terlambat untuk
menemuimu?” ucapku lega
“Ani..” jawab minho singkat
“ahh.. Minho aku membuatkan ini untukmu” aku pun mengeluarkan Box dari tas ku “aku buatkan kau
Sweet Cupcake kesukaanmu” ucapku sambil tersenyum. Minho pun hanya diam tak
menjawab apapun, ku rasa dia sedang memikirkan bagaimana rasa cupcake ini
“ahh.. tenang saja, kali ini rasanya pasti enak, aku telah mempelajarinya
dengan Key. Aku yakin kali ini rasanya berbeda dengan rasa yang pernah ku buat
sebelumnya” ucapku menjelaskan, mengingat aku pernah membuatkan untuknya tapi..
rasanya tidak enak, hehe. Aku pun memberikan Box Cupcake itu pada Minho.
‘Brukk’ seketika Cupcake yang semula tertata rapih didalam
Box berubah menjadi berantakan saat Minho menyapunya dari hadapannya “aku tidak
suka lagi dengan Cupcake, aku lebih suka brownies” ucapnya setelah terdiam lama, aku pun terkejut mendengar
ucapan Minho dan kelakuannya itu, membuatku sedikit kesal melihatnya.
“Bagaimana bisa Minho? Kau selalu
ingin dibuatkan Cupcake olehku, tapi aku selalu menolaknya, karena aku tidak bisa. Dan sekarang ketika aku sudah bisa
membuatnya kau malah seperti itu dank au bilang, kau lebih menyukai Brownies.
Aku sudah belajar keras untuk membuat Cupcake ini untukmu” setelah mendengar
ucapannya dada ini pun terasa sesak, dan mataku mulai memanas.
“Itu semua karena yeojachingu ku
selalu membuatkanku Brownies..” ucapnya dengan nada datar “Hyu rin apa yang kau
bicarakan? Apakah aku pernah memintamu untuk mempelajarinya?” tanyanya kali ini
nada bicaranya sedikit tinggi.
Dada ini semakin sesak setelah mendengar apa yang dikatakan
Minho, mata ini semakin memanas, aku pun berusaha untuk menahan tangis ini.
Wajahku semakin kutundukan, karena aku tahu kalau aku melihatnya air mata ini
pasti akan jatuh.
“Hyu rin-ahh… aku sudah
bertunangan sekarang..”
Apa yang dia katakan? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku pun
langsung melihat kearahnya “Mwoo?” sebenarnya ku tidak menginginkan air mata
ini metes didepan Minho, tapi aku juga tak bisa menahannya. Keadaan pun menjadi
hening seketika.
“Hyu rin-ahh.. bisa kah
kembalilah ke awal? disaat kau belum mengenalku, dan juga disaat sebelum kita
menjalin hubungan ini.. lupakanlah semua kenangan disaat kita bersama”
“Ani.., mianhe Minho, aku tidak bisa melupakan semua
kenangan yang kau berikan” ucapku lirih sambil meneteskan air mata
“Jebal Hyu rin… kau pasti bisa.
Lakukanlah demi aku Hyu rin”
----- To Be Continue -----

Tidak ada komentar:
Posting Komentar