Sabtu, 24 November 2012

Kesan dan Pesan Artis SMEnt saat SMTown III in SG



Para artis SM Entertainment men-tweet tentang kesan dan pesan mereka saat konser 'SMTOWN in Singapore'.

BoA men-tweet,


Kyuhyun Super Junior menulis, "Saya di internet dan bergoyang-goyang di kursi saya menunggu untuk konser SM TOWN untuk dimulai, dan saya jatuh ke belakang ... ㅠㅠ Saya berguling-guling karena sakit, dan ketika saya bangun lenganku seperti ini!" dan melampirkan foto lengannya tergores.

Yesung mengambil selca dengan Donghae dan Kangin mengucapkan terima kasih kepada para penggemarnya dengan menulis, "Konser SMTOWN in Singapore telah selesai ^^ Meskipun hujan, terima kasih kepada semua orang ~".

Kangin juga menulis, "Saya sangat senang. Bye, Singapura. Terima kasih banyak kepada semua orang".

Donghae yang mengambil foto bersama Eunhyuk menulis,


Ryeowook men-tweet dalam perayaan berakhirnya konser dan berharap keberuntungan untuk selanjutnya, menulis, "Para dongsengs yang saya suka .. Onew dengan suara yang indah ^.~ Dia adalah yang pertama untuk lengan terbuka; Chen seperti hyung saya.. Baekhyun memang tampan dimanapun berada ~ Mari kita lakukan yang terbaik juga besok di konser SMTOWN Thailand ~~ ♥".

Amber f(x) menulis,


Jonghyun SHINee menghiasi penggemarnya dengan selca basah berambut, "Saya sangat senang ~~^^! Singapura!! Sampai jumpa lagi pada bulan Desember! Selamat malam".

Sepertinya semuanya bersenang-senang!

BoA Cute 'SMTOWN in Singapore'

Donghae Eunhyuk 'SMTOWN in Singapore'

Jonghyun 'SMTOWN in Singapore'

Kangin Yesung Donghae 'SMTOWN in Singapore'

Kyuhyun 'SMTOWN in Singapore'


Cr: beritaKpop

Lirik Lagu Dazzling Girl SHINee + English Translate


[Taemin] Utsumuiteta Rainy day
boku wo yobisamasu koe
[Onew] hui ni kakaru niji mitai
kimi ga waratteta

[Jonghyun] kono kimochi wa nani? maebure mo naku
kimi ni deatteshimatta tokikara
[Key] nandaka kurushii doukashiteru
[Jonghyun] dounika narisou

[All] Dazzling Girl Dazzling Love
korewa korewa Love
Dazzling Girl Dazzling Love
korega korega ai ai

kimi wa nante Beauty
kimi wa nante Cutely
kimi wa nante Pretty
kimi wa nante Lovely

[Key] aenai hi wa Rainy day
[Onew] kimi wo egakeba So Happy
[Jonghyun] kuchizusamuyo Melody
[Minho] kimi ni todokebaiina yeah

[Jong]kono kimochi ga mata ukandeyuku
[Onew]darenimo tomerarenaikurai
hontou ni kurushii dousurebaii?
[Taemin] dounikanarisou

[All] Dazzling Girl Dazzling Love
korewa korewa Love
Dazzling Girl Dazzling Love
korega korega ai ai


[Minho] madowasu youna shisen ga cool
tada tsuku yoyusae wa nai
Boom Boom Boom Pow
[Key] sou Give me Give me Give me
kimi kimi kimi ni oboreteru now
we kimi ni hamatte kara Crazy
Take you become me baby?
[MinKey] sou boku wa kimidakeno monode
Boom Boom Boom Pow

[Onew] tatoeba toku daremo shiranai
kimi to boku no World sagashini ikou

Dazzling Girl Dazzling Love
korewa korewa Love
Dazzling Girl Dazzling Love
korega korega ai ai

[All] Dazzling Girl Dazzling Love
korewa korewa Love
Dazzling Girl Dazzling Love
korega korega ai ai

kimi wa nante Beauty
kimi wa nante Lovely
boku wa nante Happy
sekai wa nante suteki

ENGLISH TRANSLATE :

A Rainy Day that i lowered my head and walked in
Your beckoning voice that woke me up
Unexpectedly, like a rainbow in the sky,
you were smiling

What is this feeling? Without any prior notice
From the moment i met you,
Somehow it has become rather troubling
Anyway, it has already become this way

Dazzling Girl Dazzling Love
This is this is love
Dazzling Girl Dazzling Love
This is this is love

Why are you so Beauty
Why are you so Cutie
Why are you so Pretty
Why are you so Lovely

The day that we weren’t able to meet, a Rainy Day
If i sketch you, So Happy
Always humming a Melody
It would be awesome if im able to contact you, Yeah

This feeling seems like it is going to surface again
So strongly that no one can stop it
What should i do when im cowardly and troubled?
Anyway, it has already become this way~

Dazzling Girl Dazzling Love
This is this is love
Dazzling Girl Dazzling Love

This is this is love
Seductive like glance, Cool
I cant afford to merely follow you around
That’s right Give me Give me Give me
You You Im falling in love with you Now
We, Crazy from the moment i fell for you
Take you become my baby!

That’s right since i only belong to you
Boom Boom Boom Pow
For example, to a faraway where nobody knows,
Your world and my world.
Seeking for it, lets go

Dazzling Girl Dazzling Love
This is this is love
Dazzling Girl Dazzling Love
This is this is love

Why are you so Beauty
Why are you so Cutie
Why are you so Pretty
Why are you so Lovely
Why am i so Happy
Why has the world become so wonderful

Jumat, 27 Juli 2012

Choi Siwon Ingin Nichkhun Merenungi Sikapnya Pasca Tabrakan

WowKeren.com - Insiden tabrakan dengan motor yang dialami oleh  memang menarik perhatian banyak orang. Salah satunya adalah . 

Jumat, 27 Juli, Siwon menuliskan komentarnya mengenai kejadian tersebut di akun Twitternya, @siwon407. Siwon termasuk cukup bijaksana dalam mengomentari kejadian tersebut. Dia tidak menghakimi Nichkhun dan mengajak orang lain untuk berpikir positif ke depan. 

"Beberapa hari yang lalu anggota grup idola 2PM, Nichkhun, terlibat dalam kecelakaan lalu lintas saat dia berkendara dalam kondisi mabuk yang termasuk tindakan ilegal," tulis Siwon di awal tweet-nya. "Untuk hal ini, Nichkhun harus menyesalinya dan berjanji tidak akan melakukan tindakan seperti itu lagi. Aku percaya dia melatih dirinya lebih kuat karena kejadian ini." 

"Nichkhun adalah simbol impian sukses Thailand dan memiliki arti bagi Korea dan Thailand," tweet Siwon lagi. "Mari kita beri dia waktu sejenak untuk merenung menjadi orang yang lebih baik dan terlahir kembali. Terima kasih." 

Twitter Siwon mengenai insiden kecelakaan Nichkhun: 

 (wk/dn)

SHINee - Romantic

SHINee - Romantic

Senin, 09 Juli 2012

SHINee FanFiction : Your Happiness Is My Happiness As Well (part 3 End)



Title       : Your Happiness Is My Happiness As Well (part 3 End)
Author : Icha putri
Cast       :
·         Park Hyu Rin
·         Choi Minho
·         Kim kibum (key ‘SHINee’)
·         Lee Taemin
·         Lee JinKi (onew)
·         Kim Jonghyun
Genre   : sad romance,  tragedy, friendship

Hello sobat girl, ini Fanfiction Part 3 End, tapi belum juga ada komentar L. Girl jadinya bingung, FF buatan girl itu bagus atau jelek L. Please sobat girl kalian koment FF yang terakhir ini.. ya.. ya!. Girl tunggu loh komentnya. Enjoy to read this. J


“…  Sengil cukhae ha.. mi… da.. Happy birthday Hyu… Rin….” Suara lembut Key mengakhiri lagu yang ia nyanyikan dengan iringan dentingan Piano yang di mainkan Jonghyun Oppa. Aku pun tersenyum ketika Key yang melihat ke arahku dengan senyuman.
Aku sangat senang dengan semua yang Key lakukan untukku, Key pun selalu ada disaat aku membutuhkannya. Key pun turun dari mimbar tempat ia berada, Ku kira Key akan datang padaku, tetapi tidak?. Key berjalan begitu cepat hingga menerobos orang-orang yang berada dibawah mimbar, Key berjalan menuju pintu keluar. Tiba-tiba handphoneku bergetar, ternyata ada Short Massage yang masuk ke handphoneku.  ‘Datanglah kehalaman belakang rumahmu sekarang’ begitulah isi dari pesan yang ku dapat, tak ada nama dari pengirimnya, hanya ada nomor telephone yang tertera di atasnya. Aku pun ragu  untuk datang kesana, tetapi aku penasaran, rasa penasaran ini begitu besar, sehingga mengalahkan rasa takutku itu. Aku pun  memantapkan hati ku untuk menuruti rasa penasaranku dan melangkah perlahan.
Kulihat dari sudut ke sudut di halaman belakang, tapi tak ada satu orang pun. Aku pun menyusuri halaman rumahku itu untuk memastikan ada seseorang yang memang benar mengirimkan peasan itu. Apakah itu Minho? Ahhh ani.. yang benar saja kau Hyu rin, tidak mungkin Minho yang mengirimkan pesan itu. Batang hidungnya saja pun tak terlihat sejak awal acara pesta ini, padahal aku sudah memintanya untuk datang.
“Hyu rin-aah.. ternyata kau datang juga” ucap seorang Namja yang suaranya berasal dari belakang ku. Sontak aku langsung  membalikan badanku.
“ahh.. Key? Sedang apa kau disini?
Key pun tersenyum padaku dan berjalan mendekatiku “Akku orang yang mengirim pesan itu padamu”
“Mwoo? Jadi itu kau key?” ucapku sambil mengerutkan dahi karena heran, “Ada apa kau menyuruhku kesini?”
Key tak langsung menjawab pertanyyanku itu. Namja itu melangkahkan kakinya untuk mendekatiku lagi, lebih dekat dan lebih dekat lagi
“Hyu rin-ahh.. kau adalah seorang Yeoja yang cantik, baik dan juga seorang Yeoja yang manis. Hanya orang bodohlah yang menyianyiakan dirimu ini. “ ucap key sambil menaruh  kedua tangannya di pipiku “Minho adalah seorang yang Namja yang sangat beruntung, karena dia bisa memilikimu Hyu rin, tapi ia adalah seorang Namja yang sangat bodoh karena melepasmu begitu saja”
Aku pun terkejut mendengar ucapan Key itu. Bagaimana Key bisa mengetahuinya? Sedangkan aku tidak pernah cerita dengannya.
“Bagaimana kau bisa mengetahuinya Key?”
“ahh… sebenarnya akulah yang menyuruh Minho untuk datang ke taman malam itu, jadi aku juga berada di taman malam itu, karena aku takut kalau Minho tak menepati janjinya untuk datang ke taman. Mianhe Hyu rin.. aku  sudah mengikutimu” jelas Key yang merasa tak enak denganku.
“a aaahhh… Ye. Tak apa Key” jawabku singkat.
Tangan dingin yang ku rasakan dipipiku, membuat jantungku berdetak cepat.  Wajah Namja itu pun mendekati wajahku, Ya tuhan! Apa yang akan dia lakukan?.  Tiba-tiba hening seketika, suasana ini begitu sepi hingga suara gemericik air kolam pun terdengar jelas, tak ada satu pun orang yang  disini kecuali aku dan Key saat ini.
“Saranghae Hyu rin-ahh”
Aku terkejut ketika Key membisikan kata-kata itu di telingaku, Key membisikannya dengan lembut, sangat lembut, hingga aku merasakan sendiri kelembutan itu. Apa yang harus kukatakan? Selama ini aku hanya menganggapnya sebagai sahabatku. Bibirku terkunci takbisa mengatakan apa-apa saat itu. Key pun memegang tengkuk leherku, lagi lagi Key mendekatkan wajahnya itu. Ya tuhan? Apa yang harus kulakukan sekarang? Jika ku menolaknya, aku akan melukai hatinya? Tapi…., aku hanya mencintai seorang Namja bernama Minho, Choi Minho. Bibirku masih terkunci, dan sekarang lebih rapat lagi, aku memejamkan mataku dengan erat, sangat erat, Tapi.. tak ada sesuatu yang menyentuh bibirku.  ‘Muach’ bunyi kecupan yang Key berikan di keningku, aku pun membuka mataku perlahan dan melihat kea rah Key.
“Mianhe Hyu rin, aku sudah memaksamu seperti ini. Apa yang ingin kulakukan? Jelas-jelas aku tahu kalau kau hanya mencintai Minho, Sahabat macam apa aku ini?” ucap Key sambil mengalihkan pandangannya  kea rah yang lain.
Apa yang sedang terjadi sekarang? Bibirku tetap tak bisa ku gerakan? Terasa kaku, sangat kaku. Padahal banyak sekali yang ingin kukatakan padanya.
“ahh.. Hyu rin-ahh bisakah kau melupakan kejadian malam ini? Anggaplah kejadian malam ini tak pernah terjadi di kehidupanmu” ucap Key sambil tersenyum padaku. Ya walaupun Key tersenyum tapi itu adalah senyum kebohongan yang terajut di bibir kecilnya. belum sempat ku berbicara, Key langsung melanjutkan bicaranya.
“Dimana jonghyun Oppa dan yang lainya? Aku tak melihatnya, mungkin mereka sudah pulang meninggalkanku. Baiklah.. Hyu rin-ahh sepertinya aku harus pulang sekarang. Gommawo untuk pestanya malam ini, anneyong..” ucap Key sambil melihat kearah pintu, lagi lagi aku telat untuk mengucapkan terimakasih dan selamat tinggal untuknya, Key pun langsung  berlari kecil kearah pintu untuk keluar dari halaman.
***
Malam ini udara begitu sangat dingin, di banding malam-malam yang lain. Angin menerpa tubuhku  yang sedang bersandar di pagar yang berada di taman ini. Gemerlap air danau yang terkena sinar rembulan yang indah dan Semilir angin ini membuat suasana menjadi indah. Seharusnya aku tak melakukan ini, datang kembali ketempat ini dan mengingat kenanganku bersamanya. Apa yang kulakukan? Apakah jika ku mengingat kenangan itu dia akan kembali padaku? Tidak Hyu rin-ahh.. aku memang seorang Yeoja yang sangat bodoh.
Dia sudah bertunangan sekarang, mendapatkan seorang Yeoja yang ia impikan, dan dia akan hidup bahagia bersamanya.  Sudah cukup untukku mengenang kenangan yang indah namun menyakitkan itu, aku pun menyusuri jalan panjang yang begitu sepi. Aku pun menyusuri jalan itu dengan tatapan kosong dengan kepala yang menunduk, Tiba-tiba ada tiga Namja yang muncul dihadapanku, tiga Namja itu berbadan besar, berpakaian tak rapih itu menghalangi jalan ku.
Mereka mendekatiku, dan mengepungku hingga aku berada ditengah-tengah mereka. Aku berusaha untuk berlari membebaskan diri tapi salah satu seorang Namja itu menarik tanganku dengan cepat.
“Lepaskan tanganku!” ucapku sambil berusaha melepaskan tanganku dari genggaman Namja itu
“Tidak! Sebelum aku mendapatkan yang aku mau” ucapnya sambil menggenggam tanganku lebih kuat, Namja yang lainnya berusaha untuk menarik baju yang ku kenakan tapi aku melawannya.
“Tolonggg……..!” teriakku,  berharap ada seseorang yang dapat membebaskanku, tapi teriakan itu pun tak berguna, tak ada orang disini.
Mereka menarik baju hangatku dengan keras, hingga aku terjatuh. Tubuhku bergetar dan lemas, hingga aku tak berdaya, dengan sisa kemampuanku ini aku terus berusaha untuk menhindar tapi apa daya. Mereka terus mendekatiku, Ya Tuhan apa yang akan terjadi?  Aku berusaha untuk memberontak tapi mereka lebih kuat dariku.  Tak ada yang bisa kulakukan, air mataku mengalir begitu deras, aku pun menutup mataku memasrahkan apa yang akan terjadi padaku.
‘bruk’ aku mendengar suara pukulan pukulan yang keras. Aku pun membuka mataku untuk melihat apa yang sedang  terjadi. Aku melihat seorang Namja berpostur tubuh yang tinggi yang sedang memukuli salah satu Namja yang berusaha untuk menggangguku tadi.
Minho? Apakah itu Minho? Sedang apa dia disini?. Tiba-tiba dua Namja yang semula memegangiku dengan cepat mereka memukuli Minho. Tanpa bekal beladiri, perlawanan Minho tak berarti. Dalam hitungan detik dia tumbang. Mereka memukul wajah Minho, menendangnya, bahkan mereka menggunakan benda tumpul untuk menghajarnya.
Apa yang bisa kulakukan sekarang?  Aku hanya bisa menangis, Air mataku tak henti-hentinya mengalir melihat Minho dipukuli seperti itu. aku pun meraih tas yang berada disampingku, aku mulai mencari kontak Key di Phonebook ku, dan mengirmkan pesan untuknya.
Akhirnya tiga Namja itu pergi, setelah salah  satu dari mereka menerima telepon. Tapi mereka tidak langsung pergi begitu saja, mereka memberikan pukulan keras  terakhir diwajah Minho. Darah segar yang keluar dari mulutnya, membuat Minho sesak untuk bernafas. Aku pun mendekatinya, dan menarik kepala Minho kepangkuanku. Air mataku terus mengalir hingga membasahi wajah Minho yang penuh luka memar dan darah. Minho berusaha untuk membuka matanya dan melihat kearahku.
“Hyu rin-ahh…” ucapnya lirih, dan tersennyum padaku. Aku pun tersenyum di sela isakan tangis ku. Aku mendekap Minho dengan erat, sangat erat.
***
Tubuh Minho terbaring lemas diatas tempat tidur electric yang berada di rumah sakit, dengan alat bantu untuk bernafas yang terpasang dihidungnya dan  alat-alat lainya yang berada di sampinya. Aku berjalan lemas mendekatinya, dengan air mata yang berusaha membasahi pipiku lagi.
Dengan menggunakan baju berlengan pendekseperti  ini, luka memar yang ada ditubuhnya terlihat begitu jelas, hampir disekujur tubuhnnya terdapat luka memar. Aku meraih bangku yang ada disampin tempat tidur itu, dan duduk di sebelahnya. Entah bagaimana ini semua terjadi padanya? Aku sempat tak percaya dengan apa yang dikatakan dokter tadi.
Bagaimana mungkin, tubuh yang segar itu, mengidap penyakit yang sangat berbahaya, dan bisa mematikan. Kanker darah yang sangat kronis berada di dalam tubuh Minho selama 2 tahun terakhir hingga saat ini. Ku raih tangan yang pucat itu, dan ku genggam erat, ‘tidak.. tidak mungkin. Minho adalah orang yang  kuat, aku yakin dia pasti akan kembali seperti dulu’ ucap ku dalam hati sambil meyakinkan diriku sendiri. Jari-jari itu mulai bergerak, Minho berusaha untuk membuka matanya dan memandangi setiap sudut kamar.
“Minho.. apa kau sudah sadar?” ucapku sambil tersenyum senang
Mata Minho pun memutar ke arahku “Hyu rin-ahh” ucap minho dengan suara yang sangat pelan.
“Syukurlah, gwenchana Minho?”
“Ne Hyu rin, gwenchana.. hanya sedikit merasakan sakit di pundakku” jawabnya sambil merintih “Hyu rin-ahh.. bagaimana bisa kau lakukan itu? datang ketempat itu lagi? Apakah kau lupa, disaat musim dingin seperti itu tempat itu sepi sekali” ucapnya lirih
Aku terdiam, tak menjawab apapun. Minho melihat keara tanganya, melihat tanganya yang masih ku genggam, sontak aku langsung melepas genggaman itu dan mulai menjawab pertanyaanya “aku akan melupakan semua kenangan kita, dan aku akan memulainya dari sana” ucapku sambil tersenyum miris. “Sepertinya kau membutuhkan banyak istirahat Minho. Baiklah.. aku akan pulang sekarang, mungkin sebentar lagi eomma-mu akan datang” ucapku sambil melihat jam tangan yang kupakai dan beranjak dari kursi itu.
“Tetaplah disini Hyu rin, tetaplah disampingku. Jebal.. jangan pergi” suara yang lirih dan tangan yang dingin itu berusaha untuk menahanku pergi.
***
Senyuman yang tak pernah ku lihat lagi kini kembali mengembang di bibir Namja itu. Aku tak pernah melewatkan jam besuk yang diberikan oleh rumah sakit itu. Kali ini aku membawaknnya bubur Aballone buatanku sendiri dan membantunya makan bubur itu.
“a.. ..a… bukalah mulutmu ada kapal yang ingin masuk” ucapku sambil menyodorkan sesendok bubur itu.
Minho pun tersenyum “Hyu rin-ahh aku bukan lagi anak kecil sekarang” ucapnya
Aku pun tertawa kecil mendengarnya. Suatu keajaiban bagiku mmelihat Minho seperti ini setelah mendengar yang dikatakan dokter kalau Minho tak mempunyai waktu yang banyak.
“Annyeong hasseo” ucap ke empat Namja itu serentak
“Minho Hyung.. kemana saja kau? Kau sudah berubah sekarang, kau tidak memberitahu kami kalau kau sudah pulang” gerutu maknae Taemin
“Ya! Taemin-ahh.. jangan seperti itu terhadap Minho. Minho apa kau sudah merasa baik?” Tanya Onew Oppa
“Ne Hyung” jawab Minho singkat dengan senyuman
“Aigggooo! Apa kedatangan kita mengganggu kalian berdua?” Tanya Jonghyun Oppa
“Anio Oppa, tentu saja tidak” jawabku sambil menggelengkan kepala
Sepertinya kedatangan mereka kesini membuat Minho merasa lebih baik lagi. Terlihat dari senyuman dan tawaan kecil yang terajut di pipinya. Tapi sepertinya aku belum mendengar Key berbicara, Key hanya terdiam dan menunduk saja. Sepertinya mereka tak memperdulikan waktu jika mereka bersama.
 Hari pun telah malam mereka semua pun pulang meninggalkan kami berdua. Setelah beberapa lama, Minho memintaku untuk membawanya ke pekarangn rumah sakit. Minho duduk diatas kursi roda yang ku dorong. Setelah sampai Minho memandangi langit dengan senyumnya, aku yang duduk disampingnya ikut memandang langit.
“Mianhe.. Jeongmal Mianhe Hyu rin” ucap Minho yang masih melihat kearah langit. Aku menegok kea rah Minho. “Aku berbohong padamu, tak ada pertunangan yang mengikat ku saat ini. Itu semua kulakukan untuk..”
“Tak apa Minho, aku tahu apa alasanmu hingga kau berbohong padaku” ucapku memotong pembicaraannya.
“Jadi.. kau mengetahuinya?” Tanya Minho sambil melihat ke arahku
“Minho.. apayang ada dipikiranmu itu? apa kau pikir aku akan meninggalkanmu setelah aku mengetahuui semuanya?  bagaimana pun keadaanmu, aku akan tetap menerimamu. Di saat kau sehat maupun sakit aku akan tetap ada disampingmu. Karena aku menyayangi Minho”
Minho melihat kearahku dan menatap mataku, tatapan itu membuat jantungku berdegup kencang. “Saranghae Hyu rin…” ucapnya. Wajah Minho pun mendekat kearahku, dan lebih dekat lagi, hingga bibirnya menyentuh bibirku. Aku memejamkan mataku seketika, ciuman ini tak lama tapi ini  akan menjadi kenangan terindah untukku. Minho pun mengakhirinya dengan lembut, dan menatap mataku lagi.
“Hyu rin.. maafkankan aku jika itu membuatmu sakit hati. Tapi aku tak mau melihatmu sedih karenaku, karena waktuku tak lagi banyak Hyu rin.. aku hanya ingin memberikan kenangan terindah untukmu” ucapnya lirih, tiba-tiba air mata ini jatuh membasahi pipiku.
“Mengapa kau menangis Hyu rin?” tanyanya sambil menghapus air mata di pipiku
“tidak Minho.. semua kenangan yang kau berikan adalah kenangan terindah untukku” ucapku di sela tangisku sambil tersenyum.
Minho pun kembali tersenyum padaku, tapi senyuman itu hilang karena Minho terbatuk. Batuk itu menghasilkan darah yang segar keluar dari mulutnya. Aku pun terkejut melihatnya, dan langsung membawanya kembali ke ruang perawatan.
***
                Aku tak percaya, sesorang yana ku sayangi kini telah pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya. Air mata ini tak henti-hentinya mengalir di pipiku hingga mataku terasa pedih. Kali ini tak hanya aku yang menangis semua orang yang menyayanginya menangis dihadapanny, berharap tak ada kejadian seperti ini.
                Kini tak ada lagi senyuman manis yang terlontar dari bibirnya, tak ada lagi suara yang memanggil ku ‘Chagia’ seperti dulu. Mengapa kau pergi begitu cepat? Aku masih ingin menghabiskan waktu bersamamu Minho. Aku tak mampu mengatakan apapun, melihat batu nisan yang tertera namamu disana dan bunga yang kutaburkan di atas tumpukan tanah ini.
 Minho apakah kau tahu? Surat terakhir yang kau buat untukku adalah surat terindah dari surat-surat cinta yang pernah kau berikan untukku, aku janji.. aku tak akan membuatmu sedih disana,kau akan melihatku bahagia. Aku akan selalu hidup bahagia bersama kenangan yang telah kau berikan untukku.
‘Gomawwo.. kau telah memberikan kenangan yang indah untukku  Istirahatlah dengan tenang disana Chagia,aku tak akan melupakanmu,  aku akan selalu menyayangimu Choi Minho’
‘Selamat jalan Minho, aku akan selalu merindukanmu disini’.

----- The End -----

Minggu, 08 Juli 2012

lirik lagu SuJu-Sexy, Free & single


buat para ELF aku post lirik suju yang baru nih, semooga kalian bisa menjadi ELF sesungguhnya hihi *loh gak nyambung
---------------------------------------------------------------------------
Every single day I try jeong mal geo i da wa sseo
We get closer to a good time shi ryeon deu re Say goodbye.
Sexy, Free & Single i je jun bi neun wal lyo.
Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo

Hey! Nu gu na swip sa ri gan neun geon jae mi eop ja na
jom deo nop ge, se ge la la la la la la
Wi e seo bwa. Gyeon dyeo naen ja ga ggae dat ge dwae neun geot
jom deo beo tyeo, beo tyeo la la la la la la

Nae sa ra ma, sa ra ma nal deo mi deo jwo.
Nan deu di eo Wake up su myeon wi ro
Gin shi ryeo ne deo gi peo jyeo na da wo jyeo.
I jen Upgrade da eum dan gye ro na ga oh-

Su mi cha ge dal lyeo wa meot ji ge ggeun naen geu dae Have a good time
o neul man keum Party time
Ga seu mi yo dong chi neun seung ni reul mat bwa i je neun Have a good time
nu ga geu dael mak gen na? Oh-

Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo
Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo
Yeok shi bul li han hwang nyu re mat seo geom ni mal go
Yeok shi bul li han hwang nyu reun ggeut do an bwa do Bingo

Mu geop da go, mu seop da go po gi ha ji neun ma
i je bu teo ga jin jja na na na na na na
Nu gu na han beon jjeum da ggyeo ggeo bo neun geot bbun
We fail, We lose, To win du ryeo wo ha ji ma ra

Nae sa ra ma, sa ra ma nan deo gang hae jyeo sseo. Yeah!
Deu di eo u ri Time for romance.
Deo meot jin ggu meul hyang hae ddo na ra ga ge sseo.
Da shi Upgrade ji kyeo bwa, mat gyeo bwa.

Nan jeom jeom dae dam hae ji neun geol. Sexy, Sexy, Sexy
I geo chin se sang eul ma ju han chae Too hot-
Jun bi dwaen ja man a neun geol. Sexy, Sexy, Sexy
Yeo gin ggeut do eom neun byeon su man keum Have fun 3. 2. 1 Go!

Su mu cha ge dal lyeo wa meot ji ge ggeun naen geu dae Have a good time
o neul man keum Party time
Ga seu mi yo dong chi neun seung ni reul mat bwa i je neun Have a good time
nu ga geu dael mak gen na? Oh-

Sexy, Free & Single nan jom gwaen cha neun nam ja
Sex y, Free & Single neon jom dae dan han nam ja
Yeok shi bul lu han hwang nyu re mat seo geom nae ji mal go
Yeok shi bul li han hwang nyu re ggeut do an bwa do Bingo
I se sang ggeu te seo ddo han beon su meul dol li go
Nal ji kyeo jun sa ram so jung han mi deu meul gan jik hae gi dae hae do jo a. Let’s go!

Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo
Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo

Su mi cha ge dal lyeo wa meot ji ge ggeun naen geu dae Have a good time
o neul man keum Party time
Ga seu mi yo dong chi neun seung ni reul mat bwa i je neun Have a good time
nu ga geu dael mak gen na? Oh-
Sexy, Free & Single I’m ready too, Bingo

Sabtu, 07 Juli 2012

SHINee Fanfiction :Your Happiness Is My Happiness As Well (part 2)


Title       : Your Happiness Is My Happiness As Well (part 2)
Author : Icha putri
Cast       :
·         Park Hyu Rin
·         Choi Minho
·         Kim kibum (key ‘SHINee’)
·         Lee Taemin
·         Lee JinKi (onew)
·         Kim Jonghyun
Genre   : sad romance,  tragedy, friendship
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sobat girl ini lanjutan Fanfictionnya, maaf ya kalau gak nyambung dengan FanFiction sebelumnya *maklum baru pertama bikin. semoga kalian suka ya! :) dan jangan lupa leave a comment, supaya girl bisa mengetahui kesalahan-kesalahannya, mudah-mudahan bisa girl perbaiki! okey :) selamat membaca
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“…. ½ kilogram gula pasir, 3 telur, dan 2 butter yang dicairkan” ucap Key menjelaskan resep rahasia yang ia gunakan saat membuat cupcake, sambil menunjukan bahan-bahan yang ia sebutkan
Kali ini Key mau mengajariku cara membuat cupcake yang lezat padaku, setelah ia kekeh untuk tidak mengajariku. Aku tertarik akan cita rasa masakan yang Key buat, sampai-sampai masakan eomma ku saja terkalahkan. Namja yang satu ini jago sekali memasak dan membuat kue. Beruntung sekali aku mempunyai sahabat seperti Key, selain lucu dia adalah sosok seorang namja yang penuh dengan kejutan. Key pun sibuk mengaduk bahan-bahan untuk membuat cupcake, sedangkan aku sesekali masih memandangi celemek dan topi koki yang di berikan Key untukku, aku sangat suka dengan celemek dan topi yang ia berikan di taman tadi, mempunyai motif yang lucu, bentuk yang unik dan warna yang cerah, yang bisa menyemangatiku untuk lebih giat lagi belajar memasak.
“YA! Hyu rin-ahh..”
“ahh.. ahh Key kau mengaggetiku tahu?!”
“Bagaimana bisa kau tidak memperhatikan ku? Aku sedang menjelaskan cara membuat  cupcake ini! Kau sendiri yang meminta untuk diajari oleh ku” Tanya Key dengan nada yang sedikit teriak
Aku hanya terdiam mendengar ucapan Key, karena aku lah yang membuat Key marah seperti ini. Key tidak pernah sama sekali marah pada teman-temannya, meskipun Key sedang diejek oleh Onew. Sepertinya Key melanjutkan untuk membuat cupcake itu tanpa menghiraukanku.
“Mianhe Key… “
Tak ada jawaban dari namja itu, mungkin saat ini Key benar-benar marah padaku. Ternyata permintaan maafku itu pun tak mampu membuat Key mau mengajariku lagi, Key masih tak menghiraukanku. Aku pun merasa bersalah pada Key, aku tak mau membuat Key tambah kesal dengan ku. Aku pun melepas celemek dan topi yang diberikan key tadi, dan berniat untuk meninggalkanya.
“Jika kau bersungguh-sungguh untuk mempelajarinya, belajar lah dengan benar dan jangan sampai kesungguhanmu itu terabaikan karena sesuatu hal yang tak berguna, dan jika kau sudah memulainya, jangan sesekali kau berniat untuk mundur”
Langkahku pun terhenti mendengar semua yang diucapkan Key, ucapan itu membuatku merasa benar-benar bersalah padanya. Aku pun masih terdiam tak mengatakan apapun padanya. Langkah sepatu pun terdengar mendekatiku.
“Hyu rin-ahh.. pakailah ini, jangan kau melepas ini sebelum kau menyelesaikan masakan yang kau buat” ucap key sambil memberikan celemek dan  topi itu
“Mianhe.. jeongmal mianhe key” ucapku dengan kepala yang masih tertunduk
“Sudahlah tak apa” ucap key Key pun memakaikan topi koki itu ke kepalaku
Aku pun menaikkan wajahku untuk memberanikan diri menatap Key, Key pun tersenyum padaku dan memberikan celemek yang dia pegang sejak tadi. Tak mau membuat Key kesal, aku pun langsung memakai celemek itu. Key pun langsung mengajariku lagi. Aku pun belajar dengan bersungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Selama 10 menit aku mempelajari resep cupcake itu dan sekarang adalah hasil yang telah ku pelajari. Cupcake yang  berada di dalam oven selama 50 menit itu mengembang dan… ‘Ting..’ bunyi oven yang menandai bahwa cupcake sudah matang. Key pun menangkat cupcake itu dari oven dan mencicipi cupcake yang baru saja di keluarkan dari oven, mungkin Key sudah terbiasa dengan semua ini.
“Bagaimana rasanya?” tanyaku heran, Key pun terdiam..
“Bagus untuk pemula.. hanya beberapa bahan saja yang kurang sehingga rasanya tidak begitu enak” ucap Key sambil tersenyum kepadaku
“Aku akan terus berusaha, agar rasa cupcake buatanku sendiri menjadi enak, dan mengalahkan cupcake buatanmu Key” ucapku sambil tersenyum sinis.
Tapi Key hanya tertawa mendengar ucapanku itu, seakan meremehkan kemampuanku. “Apa kau ingin mempelajari resep yang lain?” tawar Key
“Ne, okey!” jawabku penuh semangat
***
                “Annyeong hasseo…”
                “ah.. Hyu rin-ssi. Ada apa kau datang kemari? Apakah untuk menemui Key?” Tanya Onew oppa, kakak tertua diantara anak ‘SHINee’ lainnya.
                “Anio Oppa.. aku datang kemari bukan untuk menemui Key, aku hanya rindu dengan kalian. Sudah lama kita tidak bermain bersama, karena kalian sibuk dengan jadwal kalian masing-masing.” Ucapku dengan nada sedikit manja “oh.. oppa apa Key juga datang kesini?” tanyaku
                “Key bilang dia akan kemari tapi dia belum datang sampai sekarang, selalu saja terlambat” gerutu Jonghyun oppa. Aku pun hanya membalasnya dengan tawaan kecil.
                “oh ya Oppa aku hampir lupa..” aku pun mengambil box kue dari tasku “taraaaa…. Aku membawakan ini untuk Oppa semua”
                “Apa itu Noona?” Tanya Taemin dongsaeng
                “ahh.. Ini adalah Cupcake buatanku sendiri loh dongsaeng.”
Merekapun tertawa tiba-tiba, padahal menurutku tidak ada hal yang perlu ditertawakan.
                “Buatanmu sendiri Hyu rin? Bagaimana rasanya?” ejek Onew Oppa sambil tertawa kecil
                “ Rasanya pasti enak, dan mengalahkan cupcake buatanku”
Aku terkejut dengan perkataan tadi, sepertinya itu suara Key? Aku langsung berbalik badan kebelakang untuk memastikan kalau itu Key yang mengatakannya. Ternyata benar itu adalah Key, Key pun tersenyum melihatku, tapi aku membalasnya dengan senyuman sinis mematikan yang ku punya, lagi-lagi Key tertawa kecil melihat senyumanku itu, entah apa yang membuatnya tertawa. Apakah senyumku itu tidak mematikan?. Key langsung masuk dan duduk dekat denganku, dan mengambil box yang ada didepannya.
“apakah ada yang ingin coba cupcake buatan Hyu rin sendiri?” Tanya Key sambil menawarkan ke Oppa yang lain, alhasil merekapun tertawa bersama. Aku pun terdiam dengan wajah cemberut
“Hyung..! apakah seperti ini kelakuanmu ke yeoja yang kau suka?” Tanya Taemin deongsaeng sambil memukul pundak Key.
Apa?  Yeoja yang dia suka? Apakah itu aku? Apa yang sebenarnya dikatan deongsaeng? Apakah dia bercanda atau itu benar?, wajah cemberutku berubah seketika menjadi wajah yang penuh tanda Tanya. Key pun menghentikan tawanya karena  mendengar ucapan taemin tadi.
“YA..!  Taemin-ahh, apa yang kau katakan? Siapa yang kau maksud wanita yang ku suka?” Tanya Key dengan nada sedikit kencang.
“Apa kalian tidak bosan? Berdiam diri disebuah apartemen kecil ini?” tiba-tiba Onew oppa menanyakan sesuatu yang membuatku tak mendapat jawaban yang ada di fikiranku sekarang.
“Ahh benar sekali, bagaimana kita makan siang diluar” usul Jonghyun Oppa
Sentak kami semua langsung pergi makan siang di J&J Restaurant yang kebetulan tak jauh jaraknya dari apartemen dimana kami berada. Di sepanjang perjalanan kami berbincang tentang kebiasaan masing-masing dan itu membuat semua isi perutku bergoyang, terkecuali Key. Biasanya dalam hal seperti ini Key selalu menempatkan dirinya paling pertama, tapi tidak untuk sekarang. Entah apa yang membuat Key menjadi seperti ini? Tak biasanya ia seperti ini?.
***
                “…. Replay, replay, replay” handphoneku berdering begitu keras, siapa yang menelponku malam-malam seperti ini?, tak mau dering handphoneku mati, aku langsung cepat-cepat keluar dari kamar mandi dan mengangkat telepon itu.
“Yeoboseo…”
“Hyu rin-ahh? Apa kau sudah tidur?” Tanya seorang namja yang suaranya taka sing bagiku
“Belum Key, memang ada apa malam-malam seperti ini kau menelponku?” tanyaku heran, tak biasanya Key menelponku malam-malam.
“ Apa kau bisa datang ke taman sekarang?”
“Taman? Untuk apa? Malam-malam seperti ini?”
“ Iya. Apa kau tidak bisa? Benar-benar tidak bisa?” Tanya Key meyakinkanku “ahh, yasudah sayang sekali kalau kau memang tak bisa, kalau kau bisa datang ke taman, seharusnya kau bertemu dengan Minho sekarang” lanjut Key
Omoo! Apa yang dia bicarakan itu benar?  Bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan untuk bertemu dengannya? Terlalu  banyak hal yang ingin ku bicarakan dan pertanyaan untuknya.
“Mwoo? Minho?” tanyaku terkejut
“Ne, hari ini Minho pulang ke Seoul bersama keluarganya dari London, jadwal pesawat yang dia tumpangi mendarat sekitar jam 08.30 PM” jawabnya
“ Apa kau serius? Aku tak percaya dengan orang sepertimu” ejekku sambil tertawa kecil
“Yasudah kalau kau tidak percaya denganku, aku akan..”
“YA! bagaimana kau bisa seperti ini? Aku hanya bercanda, sekarang kau begitu sensitive” ucapku dengan nada datar “ Baiklah-baiklah aku akan datang ke Taman sekarang, itu pun hanya karena Minho, tapi bolehkah aku meminta waktu 30 menit untuk mempersiapkan sesuatu?”
“yasudah, datanglah sebelum jam 09.00 PM ke taman.. anneyeong”
‘klik’ bertanda telepon sudah diakhiri olehnya. Aku menengok ke arah jam dinding yang ada di kamarku, jam 08.00 PM, masih ada waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan semuanya.  Aku pun berfikir apa yang akan aku berikan untuknya? Mungkin toko-toko diluar sana juga sudah tutup karena sedang turun salju. ‘Cupcake’…. Ya.. Cupcake, minho sangat suka dengan kue yang berpenampilan menarik itu.  Aku akan membuatkan untuknya, ‘Sweet Cupcake Special To Minho’ ucapku dalam hati. Tak ingin membuang waktu aku pun langsung menuju dapur dan menyiapkan bahan-bahannya.
***
Sepertinya salju turun semakin lebat, aku pun menggunakan baju hangat yang sangat tebal, dan juga topi hangat pemberian Minho sewaktu 1st Anniversary ku dengannya, aku pun merapikan rambutku sejenak dan sepertinya aku siap untuk bertemu dengannya, dengan Namjacinghu kesayanganku. Aku pun berjalan diantara salju-salju yang turun, angin yang sedikit kencang membuat udaranya semakin dingin. Aku berjalan dengan santai mengingat jarak rumahku dengan taman tak begitu jauh, hanya membutuhkan waktu 5 menit. Aku pun melihat jam tangan yang ku kenakan, Ommo! 08.57 PM, apakah aku akan terlambat? Aku pun mempercepat langkah kakiku dan lebih cepat lagi, ‘Pabo… pabo ya!’ gerutuku dalam hati, ‘kau akan menyianyiakan kesempatan ini, dengan kesalahnmu sendiri Hyu rin-ahh…’ aku pun menyesali sikap lalaiku ini, aku tak akan memafkan diriku sendiri kalau aku tak dapat bertemu dengan Minho.
Apakah aku benar-benar menyianyiakan kesempatan ini? Tak ku lihat siapapun disini?. Aku pun terduduk lemas di bangku taman ini, tapi aku tak mau menyerah begitu saja. Ku lihat sekeliling taman itu, berharap ada seorang yang ku harapkan itu kembali. Tapi apa? Tak ada seorang yang datang, hanya ada pepohonan dan lampu yang berada disekelilingku. Lampu lampu ini terlihat begitu indah, apakah Minho yang persiapkan ini semua?. Entah berapa lama aku diam dibangku ini, berharap Minho kembali menemuiku. Aku pun jam tanganku 09.30 PM, mungkin benar aku telah menyinyiakan kesempatan ini. Aku pun beranjak dari bangku itu, berniat untuk meninggal taman ini.
“YA! Hyu rin-ahh, apakah kau tak mau bertemu denganku?” ucap seorang Namja
Ommo! Apakah itu Minho? Namjachingu kesayanganku? Aku pun langsung membalikan badanku “ahh.. Minho?...” aku pun terkejut melihat Minho yang sedang birdiri dibelakangku sekarang “Anio Minho… mana mungkin aku tak mau bertemu denganmu? Aku sudah menunggumu lama disini. Mianhe.. jeongmal mianhe, aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama, hingga kau pergi”
“Menunggu? Aku tidak menunggumu Hyu rin” ucapnya sambil mengerutkan dahinya
“Ne? jadi aku tak terlambat untuk menemuimu?” ucapku lega
“Ani..” jawab minho singkat
“ahh.. Minho aku  membuatkan ini untukmu” aku pun  mengeluarkan Box dari tas ku “aku buatkan kau Sweet Cupcake kesukaanmu” ucapku sambil tersenyum. Minho pun hanya diam tak menjawab apapun, ku rasa dia sedang memikirkan bagaimana rasa cupcake ini “ahh.. tenang saja, kali ini rasanya pasti enak, aku telah mempelajarinya dengan Key. Aku yakin kali ini rasanya berbeda dengan rasa yang pernah ku buat sebelumnya” ucapku menjelaskan, mengingat aku pernah membuatkan untuknya tapi.. rasanya tidak enak, hehe. Aku pun memberikan Box Cupcake itu pada Minho.
‘Brukk’ seketika Cupcake yang semula tertata rapih didalam Box berubah menjadi berantakan saat Minho menyapunya dari hadapannya “aku tidak suka lagi dengan Cupcake, aku lebih suka brownies” ucapnya setelah  terdiam lama, aku pun terkejut mendengar ucapan Minho dan kelakuannya itu, membuatku sedikit kesal melihatnya.
“Bagaimana bisa Minho? Kau selalu ingin dibuatkan Cupcake olehku, tapi aku selalu menolaknya, karena aku  tidak bisa. Dan sekarang ketika aku sudah bisa membuatnya kau malah seperti itu dank au bilang, kau lebih menyukai Brownies. Aku sudah belajar keras untuk membuat Cupcake ini untukmu” setelah mendengar ucapannya dada ini pun terasa sesak, dan mataku mulai memanas.
“Itu semua karena yeojachingu ku selalu membuatkanku Brownies..” ucapnya dengan nada datar “Hyu rin apa yang kau bicarakan? Apakah aku pernah memintamu untuk mempelajarinya?” tanyanya kali ini nada bicaranya sedikit tinggi.
Dada ini semakin sesak setelah mendengar apa yang dikatakan Minho, mata ini semakin memanas, aku pun berusaha untuk menahan tangis ini. Wajahku semakin kutundukan, karena aku tahu kalau aku melihatnya air mata ini pasti akan jatuh.
“Hyu rin-ahh… aku sudah bertunangan sekarang..”
Apa yang dia katakan? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku pun langsung melihat kearahnya “Mwoo?” sebenarnya ku tidak menginginkan air mata ini metes didepan Minho, tapi aku juga tak bisa menahannya. Keadaan pun menjadi hening seketika.
“Hyu rin-ahh.. bisa kah kembalilah ke awal? disaat kau belum mengenalku, dan juga disaat sebelum kita menjalin hubungan ini.. lupakanlah semua kenangan disaat kita bersama”
“Ani..,  mianhe Minho, aku tidak bisa melupakan semua kenangan yang kau berikan” ucapku lirih sambil meneteskan air mata
“Jebal Hyu rin… kau pasti bisa. Lakukanlah demi aku Hyu rin”

----- To Be Continue -----